Kalbis Institute Akan Luncurkan Program MM Bisnis Digital

Pandemi Covid – 19 dinilai berperan mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis digital dan diperkirakan masih akan terus meningkat pada tahun – tahun mendatang.

Hal ini didorong bergesernya gaya hidup dan budaya konsumsi masyarakat yang semakin erat dengan penggunaan teknologi.

Transformasi digital business dan menjamurnya finance technology atau fintech menjadi keniscayaan seiring pertumbuhan e commerce dan digital banking yang sudah menjadi primadona.

Menjawab tantangan tersebut, Kalbis Institute secara resmi meluncurkan program terbaru untuk jenjang Pascasarjana Program Magister Manajemen, secara khusus MM in Digital Business and FinTech.

Melalui rilis resmi pada 5 Mei 2021, Raymond Christantyo, Head of Branding and Communication Kalbis Institute menjelaskan program ini di desain untuk mempersiapkan tenaga kerja menghadapi era digital.

“Ke depannya, setiap pekerja atau pebisnis harus membuat keputusan dengan menggunakan informasi berupa angka dan teks,” ungkap Raymond.

Raymond menjelaskan, alat analisis data untuk melihat tren bisnis, memahami keterlibatan pelanggan, menilai kinerja keuangan, dan merancang sistem rantai pasokan (supply chain system) terbaik akan menjadi kebutuhan utama dalam menjawab tantanga Revolusi Industri 4.0.

“Memanfaatkan data untuk mengambil keputusan pengelolaan pemasaran, keuangan, dan operasi, serta sumber daya manusia juga akan sangat diperlukan ke depannya. Dampak strategis pemanfaatan analisis data pada bisnis akan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Prof, John Vong, Program Leader of MM in Digital Business and FinTech Kalbis Institute juga menguatkan bahwa ke depan dibutuhkan analisa kompleks dan ini menjadi kompetensi yang dibutuhkan oleh setiap pengambil keputusan.

“Secara khusus kemampuan untuk mengembangkan wawasan dan pandangan ke depan berdasarkan analisis data yang kompleks, menjadi keterampilan penting bagi manajer masa kini,” ungkap Prof. John.

Ia menambahkan, “manajer masa kini akan menguraikan dan menyelesaikan permasalahan bisnis seperti seorang ilmuwan data (data scientist). Mereka akan melakukan analisis dengan menggunakan paradigma penelitian, baik metode kualitatif dan kuantitatif.”

Prof. John menyampaikan peserta program juga akan belajar mengumpulkan data dari berbagai sumber, menyaring data, mengolah data, dan menganalisis data.

“Di Kalbis Institute, Anda akan dipandu untuk mengeksplorasi analisis deskriptif, analisis prediktif, dan analisis preskriptif. Anda juga akan diperkenalkan dengan proses analisis untuk penerapan, pengembangan, dan inovasi dalam mencari solusi bisnis,” jelas Senior Consultant World Bank, United Nation Development Program (UNDP) dan Asian Development Bank (ADB).

Selain Prof. John Vong, program ini juga akan didukung beberapa pengajar lain seperti; Dr. Samuel Padibjo (University of Leeds, Leeds, Inggris), Dr. CN Goh, (Imperial College London, London, Inggris), Michael Gaskins (Drexel University, Philadelphia, Amerika Serikat), dan Dr. Nana BA (Griffith University, Queensland, Australia).